oleh

Budaya Lokal Perlu Masuk Ruang Kelas, Adde Rosi Tekankan Pentingnya Identitas Daerah

-Berita-19 Dilihat

LONCENG RAKYAT – Anggota Komisi X DPR RI, Adde Rosi Khoerunnisa, menyoroti pentingnya menjaga dan menghidupkan kembali kekayaan budaya lokal, khususnya di wilayah Banten.

Upaya melestarikan budaya lokal melalui dunia pendidikan menjadi salah satu langkah penting untuk menjaga identitas daerah sekaligus memperkenalkan warisan leluhur kepada generasi muda.

Menurut Adde Rosi, Budaya lokal dinilai tidak cukup hanya ditampilkan dalam festival atau kegiatan seremonial. Lebih dari itu, nilai-nilai budaya perlu diperkenalkan secara berkelanjutan melalui proses pembelajaran agar generasi muda mengenal, memahami, dan mencintai warisan daerahnya sendiri.

“Saya melihat bahwa warisan leluhur kebudayaan yang ada di Kabupaten Pandeglang ini harusnya tidak mati begitu saja, maka kami berharap kedepannya muatan lokal seni budaya masuk dalam kurikulum pembelajaran disekolah -sekolah,” kata Adde Rosi usai menghadiri kegiatan Semarak Budaya, di kawasan wisata Kampung Domba, Kelurahan Juhut, Selasa (27/10/2026).

Dikatakan Adde Rosi, Integrasi budaya lokal dalam pembelajaran dapat dilakukan melalui penguatan muatan lokal, pengenalan sejarah daerah, bahasa daerah, kesenian tradisional, cerita rakyat, hingga tradisi yang masih hidup di tengah masyarakat.

“Di Pandeglang, misalnya, terdapat beragam warisan budaya yang memiliki nilai sejarah dan filosofi kehidupan. Kami ingin anak cucu kita kedepannya tau bagaimana sejarahnya bupati pertama siapa, kewedanaannya seperti apa, kemudian prasati yang ditinggalkan seperti apa, dan itu ternyata ada,” ujar nya.

Lebih lanjut di katakan Adde Rosi, Pelestarian budaya tersebut tidak hanya berkaitan dengan upaya menjaga identitas daerah, tetapi juga membuka peluang pengembangan pariwisata dan ekonomi masyarakat.

“Memasukkan unsur budaya lokal ke dalam pembelajaran dapat menjadi salah satu pendekatan untuk mendekatkan peserta didik dengan lingkungan sosial dan sejarah daerahnya. Dengan begitu, sekolah tidak hanya menjadi tempat untuk memperoleh pengetahuan akademik, tetapi juga ruang untuk menanamkan nilai karakter, kebersamaan, dan penghargaan terhadap keberagaman,” pungkasnya.

“Agar pelestarian budaya melalui pendidikan berjalan efektif, diperlukan kolaborasi antara pemerintah, satuan pendidikan, tenaga pendidik, budayawan, serta masyarakat setempat,” tambahnya.

Dengan menjadikan budaya lokal sebagai bagian dari proses pendidikan, generasi muda diharapkan tumbuh dengan pemahaman yang lebih kuat terhadap identitas daerahnya, sekaligus memiliki sikap terbuka dalam menghadapi perkembangan zaman.

Pelestarian budaya melalui pendidikan pada akhirnya menjadi investasi jangka panjang untuk memastikan kekayaan tradisi Indonesia tetap dikenal, dipahami, dan diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *