oleh

Gebrag Ngadu Bedug Jadi Ruang Kreativitas Seniman dan Budayawan Pandeglang

-Lifestyle-63 Dilihat
banner 468x60

LONCENG RAKYAT – Anggota Komisi X DPR RI, Adde Rosi Khoerunnisa menilai kegiatan Gebrag Ngadu Bedug tidak sekadar menjadi hiburan tradisional, tetapi juga wadah bagi para pecinta seni dan budaya di Kabupaten Pandeglang untuk terus berkarya serta melestarikan warisan leluhur.

Hal tersebut disampaikan Adde Rosi usai membuka kegiatan Semarak Budaya di Kebon Deni Juhut, Jumat (22/5/2026).

banner 336x280

“Ngebuat Ngadu Bedug ini penting karena menjadi momen untuk memperkenalkan kebudayaan asli Pandeglang yang harus dimiliki dan diketahui oleh anak-anak muda,” kata Adde Rosi.

Menurut politisi Partai Golkar itu, tradisi Ngadu Bedug memiliki nilai sejarah dan filosofi yang kuat bagi masyarakat Banten, khususnya warga Pandeglang. Kegiatan tersebut dinilai mampu menyatukan seniman, budayawan, hingga generasi muda dalam ruang kreativitas yang positif.

“Gebrag Ngadu Bedug menjadi ruang silaturahmi para pecinta seni. Di sini bukan hanya soal tabuhan bedug, tetapi juga tentang menjaga identitas budaya daerah agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman,” ujarnya.

Selain sebagai ajang pelestarian budaya, kegiatan tersebut juga diyakini dapat mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui keterlibatan pelaku UMKM dan komunitas kreatif lokal.

Adde Rosi berharap generasi muda semakin aktif mencintai budaya daerah dan tidak malu terlibat dalam kegiatan seni tradisional. Ia menegaskan budaya lokal harus dijaga bersama sebagai kekayaan dan kebanggaan masyarakat Pandeglang.

“Kalau bukan kita yang menjaga budaya sendiri, lalu siapa lagi. Seni tradisi seperti Ngadu Bedug harus terus diwariskan kepada anak-anak muda,” pungkasnya.

Tradisi Gebrag Ngadu Bedug merupakan budaya khas masyarakat Pandeglang yang telah ada sejak puluhan tahun lalu dan kini kembali dihidupkan sebagai upaya pelestarian budaya lokal.

Kegiatan tersebut melibatkan puluhan kampung dan komunitas seni yang menampilkan kreativitas melalui tabuhan bedug, arak-arakan budaya, hingga pertunjukan seni tradisional lainnya.

Rencananya, Gebrag Ngadu Bedug akan digelar selama tiga hari pada 29–31 Mei 2026 di Alun-alun Kota Pandeglang.

banner 336x280

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *