oleh

Momen Lebaran Anak Yatim, Ratu Ageng Rekawati Santuni Ratusan Anak Yatim di Pandeglang 

-Lifestyle-75 Dilihat

LONCENG RAKYAT – Dalam rangka memperingati lebaran anak yatim yang jatuh pada 10 Muharram 1448 hijriah, Ketua Harian DPP Paguron Jalak Banten Nusantara (PJBN), Ratu Ageng Rekawati menyantuni ratusan anak yatim, yang dilaksanakan di Majelis Dzikir Al-Faruq, yang berlokasi di Desa Sukaratu, Kecamatan Majasari, Pandeglang, pada Jumat 26 Juni 2026.

Dikatakan Rekawati, 10 Muharram kerap diperingati sebagai lebaran anak yatim. Oleh karna itu, pada momentum ini pihaknya ingin memberikan sedikit kebahagiaan kepada para anak yatim yang ada di kabupaten Pandeglang.

“Syukur alhamdulillah hari ini kita melaksanakan santunan anak yatim dalam rangka memperingati 10 Muharram sebagai hari lebarannya anak yatim,” kata Reka.

Rekawati menyampaikan, untuk tahun ini ada ratusan anak yatim yang mengikuti santunan yang diadakan Majelis Dzikir Al-Faruq bekerjasama dengan PJBN.

“Tahun ini ada ratusan anak yang mengikuti acara ini, sebetulnya kegiatan santunan ini sudah rutin kita lakukan setiap minggunya, jadi tidak hanya setahun sekali” ungkapnya.

Menurut Rekawati, 10 Muharram atau lebaran anak yatim ini harus dijadikan momentum oleh seluruh masyarakat untuk lebih memperhatikan para anak yatim.

“Melalui kegiatan ini saya mengajak kepada semuanya untuk lebih memperhatikan anak-anak yatim, karena mereka ini betul-betul butuh kasih sayang, butuh support untuk terus berkembang, karena mereka ini merupakan masa depan bangsa” ujarnya.

Oleh karena itu, dirinya berpesan kepada para anak yatim untuk terus belajar agar kelak menjadi putra-putri terbaik bangsa Indonesia.

“Ya, salah satunya belajar, intinya mereka dituntut untuk belajar, karena mereka ini generasi bangsa kita,” ungkapnya.

Lebih lanjut Rekawati menyampaikan, selain menyantuni anak yatim, pada peringatan 10 Muharram atau lebaran anak yatim ini, pihaknya juga menggelar sejumlah perlombaan diantaranya, perlombaan adzan, tahfiz qur’an dan ceramah dengan tema keutamaan bulan Muharram.

“Lomba-lomba ini bertujuan untuk menguji mental anak-anak,” tandasnya. ***

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *